Spesifikasi Smoke Extract Fan merupakan informasi utama yang perlu diperiksa sebelum memilih sistem pengendalian asap untuk gedung, basement, area parkir, maupun fasilitas industri. Parameter seperti airflow, static pressure, daya motor, temperatur operasi, hingga sertifikasi menjadi dasar untuk menentukan apakah sebuah fan sesuai dengan kebutuhan proyek maupun pengadaan pemerintah.
Kunjungi website resmi Brillian Cahaya Sukses untuk mendapatkan informasi produk terbaru.
Table of Contents
ToggleMengapa Spesifikasi Smoke Extract Fan Harus Tepat

Smoke extract fan bukan sekadar kipas berukuran besar. Unit ini menjadi bagian dari sistem pengendalian asap yang dapat digunakan pada basement, area parkir, koridor, gedung bertingkat, fasilitas publik, maupun area industri.
Kesalahan memilih Spesifikasi Smoke Extract Fan dapat menyebabkan kapasitas airflow tidak mencukupi, tekanan fan tidak mampu mengatasi hambatan ducting, atau unit tidak sesuai dengan temperatur operasi yang dipersyaratkan. Karena itu, evaluasi teknis perlu dilakukan sebelum membandingkan harga.
Airflow dan Static Pressure Menentukan Performa
Airflow menunjukkan volume udara yang dapat dipindahkan fan dan biasanya dinyatakan dalam m³/h atau CFM. Kebutuhannya berbeda untuk setiap bangunan karena dipengaruhi luas area, konfigurasi ruang, jalur udara, dan desain sistem.
Static pressure juga penting, terutama ketika fan terhubung dengan ducting, damper, grille, atau komponen lain. Semakin besar hambatan sistem, semakin tinggi tekanan yang perlu diatasi fan.
Karena itu, Spesifikasi Smoke Extract Fan tidak sebaiknya dinilai dari airflow maksimum saja. Kurva performa perlu diperiksa agar kapasitas aktual sesuai titik kerja sistem.
Temperatur Operasi dan Kelas Ketahanan
Pada kebutuhan smoke control tertentu, fan dapat memerlukan kemampuan bekerja pada temperatur tinggi. Klasifikasi seperti F300 dan F400 sering menjadi bagian dari evaluasi teknis, tetapi detail durasi operasi dan standar pengujiannya harus diverifikasi melalui dokumen produk.
Fan ventilasi umum tidak otomatis memiliki kemampuan tersebut. Inilah sebabnya unit fire-rated cenderung memiliki konstruksi dan harga lebih tinggi dibanding exhaust fan biasa.
Perbandingan Spesifikasi Smoke Extract Fan dan Harga
Berikut gambaran umum kategori produk yang dapat digunakan sebagai referensi awal. Nilai kapasitas dan harga bersifat indikatif karena setiap produsen memiliki konfigurasi berbeda.
| Kategori Fan | Kapasitas Umum | Temperatur | Estimasi Harga 2026 |
|---|---|---|---|
| Axial fan komersial | 2.000–15.000 m³/h | Operasi normal | Rp3 juta–Rp20 juta |
| Industrial axial fan | 10.000–50.000 m³/h | Sesuai model | Rp15 juta–Rp60 juta |
| Centrifugal extract fan | 5.000–40.000 m³/h | Sesuai model | Rp20 juta–Rp100 juta |
| Smoke extract fan F300 | 10.000–80.000 m³/h | Kelas F300 | Rp40 juta–Rp180 juta |
| Smoke extract fan F400 | 15.000–100.000+ m³/h | Kelas F400 | Rp60 juta–Rp300 juta+ |
| Jet fan smoke control | Sesuai desain | Sesuai spesifikasi | Rp80 juta–Rp500 juta+ |
Kisaran tersebut bukan harga baku atau HPS. Nilai akhir dapat berubah berdasarkan merek, airflow, static pressure, daya motor, sertifikasi, lokasi pengiriman, panel kontrol, aksesori, serta instalasi.
Komparasi Berdasarkan Kebutuhan Sistem
Axial fan umumnya dipilih ketika proyek membutuhkan debit udara besar dengan jalur aliran relatif langsung. Centrifugal fan lebih sesuai untuk sistem ducting yang memiliki hambatan dan kebutuhan tekanan lebih tinggi.
Untuk pengendalian asap, Spesifikasi Smoke Extract Fan kelas F300 atau F400 perlu dipertimbangkan jika memang dipersyaratkan dalam desain proyek. Pemilihannya tidak boleh hanya berdasarkan asumsi bahwa kelas temperatur lebih tinggi selalu lebih baik, karena setiap proyek memiliki kebutuhan berbeda.
Pada kategori ventilasi umum, merek seperti Panasonic, KDK, Sekai, dan Rinnai dikenal di pasar Indonesia untuk aplikasi tertentu. Namun, produk ventilasi umum tidak otomatis setara dengan smoke extract fan untuk sistem keselamatan kebakaran.
Parameter Teknis yang Wajib Dibandingkan
Sebelum meminta penawaran, pembeli perlu membandingkan parameter pada kelas yang sama. Cara ini membantu menghindari keputusan yang hanya berfokus pada harga murah.
Beberapa Spesifikasi Smoke Extract Fan yang perlu diperiksa meliputi:
- Airflow dalam m³/h atau CFM.
- Static pressure dalam Pa.
- Daya dan efisiensi motor.
- Tegangan serta fase listrik.
- Diameter atau dimensi unit.
- Material casing dan impeller.
- Temperatur operasi.
- Tingkat proteksi motor.
- Kebisingan atau sound level.
- Sertifikasi dan dokumen pengujian.
Untuk sistem yang kompleks, periksa juga kompatibilitas dengan VFD, panel kontrol, damper, sensor, serta sistem fire alarm. Kelengkapan ini dapat memengaruhi total biaya pengadaan.
Saat menelusuri e-katalog Smoke Exhaust Fan atau produk melalui INAPROC, bandingkan detail setiap paket secara teliti. Nama produk serupa belum tentu memiliki airflow, tekanan, motor, sertifikasi, atau ruang lingkup instalasi yang sama.
Memilih perangkat yang tepat menjadi lebih mudah jika Anda sudah mengetahui perbedaan blower fan dan exhaust fan untuk sistem ventilasi.
Tips Memilih Smoke Extract Fan untuk Pengadaan

Pemilihan Spesifikasi Smoke Extract Fan sebaiknya dimulai dari kebutuhan teknis bangunan, bukan dari merek atau harga termurah. Tentukan fungsi ruang, target airflow, hambatan ducting, kondisi operasi, dan integrasi sistem sebelum menghubungi penyedia.
Untuk kebutuhan pengadaan, periksa juga beberapa hal berikut:
- kesesuaian datasheet dengan spesifikasi proyek;
- kurva performa pada titik kerja;
- bukti klasifikasi temperatur bila dipersyaratkan;
- kebutuhan panel dan kontrol;
- garansi serta layanan purna jual;
- lead time pengiriman;
- biaya instalasi dan commissioning.
Dalam praktik procurement, harga unit murah belum tentu menghasilkan biaya proyek terendah. Ducting, kabel, panel, mounting, balancing, testing, dan commissioning dapat meningkatkan total anggaran secara signifikan.
Untuk pengadaan pemerintah, kerangka regulasinya mengacu pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang telah diubah melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2021 dan perubahan kedua melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025. Karena itu, penyusunan kebutuhan serta evaluasi produk perlu menyesuaikan ketentuan pengadaan yang berlaku.
Konsultasikan Spesifikasi Sebelum Meminta Penawaran
Memilih Spesifikasi Smoke Extract Fan yang tepat membutuhkan data airflow, static pressure, temperatur kerja, konfigurasi ducting, dan kebutuhan kontrol. Tanpa data tersebut, perbandingan harga berisiko tidak seimbang.
Untuk proyek gedung, pabrik, gudang, basement, area parkir, atau fasilitas publik, siapkan kebutuhan teknis sejak awal agar penyedia dapat memberikan rekomendasi yang lebih akurat.
Hubungi tim kami untuk konsultasi Spesifikasi Smoke Extract Fan, komparasi produk, dan permintaan penawaran sesuai kebutuhan proyek atau pengadaan Anda. Dengan spesifikasi yang jelas, proses pemilihan produk menjadi lebih terarah dan anggaran dapat disusun secara lebih akurat.
Anda bisa mengecek spesifikasi teknis dan legalitas produk kami melalui laman Katalog Inaproc Brillian Cahaya Sukses.
FAQ
Apa Spesifikasi Smoke Extract Fan yang paling penting?
Parameter utama meliputi airflow, static pressure, daya motor, temperatur operasi, material, proteksi motor, dan sertifikasi.
Apa perbedaan fan F300 dan F400?
Perbedaannya berkaitan dengan kelas ketahanan temperatur. Detail durasi dan standar pengujian harus diperiksa pada dokumen teknis produk.
Berapa harga smoke extract fan pada 2026?
Kisaran indikatifnya dapat mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung kapasitas, kelas temperatur, motor, sertifikasi, dan instalasi.
Apakah airflow besar selalu lebih baik?
Tidak. Airflow harus sesuai kebutuhan sistem. Kapasitas berlebihan dapat membuat penggunaan energi dan anggaran menjadi tidak efisien.





